PERBEDAAN ANTARA ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA (PART 1 : ILMU)

Apa yang kita ketahui mengenai tiga kata ini, ilmu, filsafat dan agama? Atau apa sih yang membedakan ilmu dan pengetahuan? Adakah saling keterkaitan? Awalnya saya sendiri juga merasa tidak mengetahui perbedaan yang ternyata (setelah diberitahukan oleh dosen Filsafat), saya mengetahui kalau ternyata diantara tiga kata tersebut memiliki perbedaan yang sangat jelas. Seperti halnya ilmu dengan pengetahuan sendiri. Ilmu adalah sebuah pengetahuan, tetapi tidak semua pengetahuan itu adalah sebuah ilmu. Lalu, apa yang menjadi sebuah syarat ilmu itu sendiri?

ILMU

Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi. *)

Syarat llmu

1. Harus ada aspek Ontoloms

    Yang dimaksudkan disini adalah adanya suatu objek. Dimana objek itu terbagi menjadi fisik/material dan non-fisik/in material. Fisik/material maksudnya antara ilmu satu dengan yang lain bisa sama. Sedangkan, non-fisik/in material kebalikannya dari fisik (ilmu yang satu dengan yang lain tidak sama atau berbeda).

2. Epistemologis

    ialah cara mempelajari atau metode memperoleh sebuah ilmu. Secara umum ada 4 metode dari epistemologis, diantaranya :

  • Metode Historis : menjelaskan apa yang sudah terjadi. (contohnya : antropologi dan sejarah)
  • Metode Eksplorasi : menjelaskan apa yang akan terjadi. (contohnya : planologi, geofisika, dan astrologi)
  • Metode Deskripsi : menjelaskan apa-apa yang sedang terjadi (contohnya : jurnalistik dan ilmu komunikasi)
  • Metode Eksplanasi : menghubungkan sebab akibat. (contohnya : fisika, biologi, kimia, dan psikologi)

3. Axiologis

    Pengetahuan dikatakan ilmu kalau ada manfaatnya. Contohnya : matematika dan psikologis.

4. Sitematis

    Adanya susunan secara teratur. Maksudnya adalah adanya sebuah proses yang teratur agar dapat dikatakan sebuah ilmu.

5. Logis

   Harus dapat diterima dengan akal sehat sebuah ilmu tersebut.

Tujuan Ilmu

  • Mencari kebenaran.

Cara Pembenaran

  • Eksperimen dan Uji Coba

Sifat Kebenaran Eksperimen 

  • Relatif : antara benar dan salah
  • Positif : masih benar kalau belum ada yang lebih benar.

Referensi  :

*) http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s