Nilai yang Terkandung dalam Visi dan Misi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sebuah organisasi dikatakan berhasil jika, didalam organisasi tersebut semua orang yang terlibat memiliki visi dan misi yang sama. Kerena jika visi dan misi yang dijalankan oleh setiap anggota berbeda-beda maka organisasi yang dijalankan tidak akan berkembang. Justru mengalami kemunduran yang berujung pada kehancuran. Oleh karena itu semua anggota pada organisasi harus memiliki visi dan misi yang sama. Jika sudah sama maka apa yang telah diharapkan akan terjadi dan mudah untuk menggembangkan organisasi tersebut menjadi baik, sukses, dan tercapai tujuan yang diharapkan. Menurut Mike Myat, 1998 :

“Values should underpin Vision, which dictates Mission, which determines Strategy, which surfaces Goals that frame Objectives, which in turn drives the Tactics that tell an organization what Resources, Infrastructure and Processes are needed to support a certainty of execution.”[1]

Nilai itu harus menyokong Visi, yang menentukan Misi dan  menetapkan Strategi, yang kemudian muncul “goal ( tujuan akhir )“ membingkai sasaran-sasaran (objectives), dimana gilirannya menjalankan suatu taktik-taktik suatu organisasi yang menjelaskan tentang pentingnya sumberdaya, infrastruktur dan proses untuk mendukung kepastian eksekusi. Jadi, dapat ditarik kesimpulan jika visi dan misi saling berkaitan satu dengan yang lain. Visi adalah gambaran luas atau jauh kedepan, sedangkan misi adalah fokus kepada hasil jangka pendek dan masa kini.

Tentunya visi dan misi yang dibuat dalam sebuah organisasi haruslah relefan, terkini, dan nyata. Dengan begitu, organisasi akan dapat bergerak secara riil sesuai dengan kondisi yang terjadi di masa sekarang. Organisasi yang baik harus memiliki visi dan misi yang sama, jika berbeda nantinya anggota organisasi akan memiliki pandangan yang berbeda pula sehingga untuk mencapai tujuan yang diinginkan organisasi sulit dicapai.

Saya akan coba menelaah dan memberikan pendapat serta pandangan mengenai visi dan misi organisasi publik atau instansi pemerintah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Disini saya melihat kementerian ini memiliki visi dan misi dari sebuah instansi pemerintahan, dimana diharapkan visi dan misi ini dapat merefleksikan sebuah instansi pemerintah yang memiliki tujuan umum untuk lebih mengembangkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia dan mendayagunakan penduduk sekitar Daerah Tujuan Wisata (DTW) agar dapat meningkatkan perekonomiannya. [2]

Berikut ini visi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif :[3]

  1. Memecahkan multi krisis Nasional melalui efek ganda ekonomi (Economic Effect) pembangunan pariwisata berkelanjutan (Sustanaible Tourism Development).

Nilai yang terkandung dalam visi pertama dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu : Memecahkan multi krisis Nasional

  • Mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi selama ini di Indonesia khususnya yang berkaitan dengan masalah kepariwisataan Indonesia
  • Melalui efek ganda ekonomi (Economic Effect)
  • Efek ganda disini adalah hasil ekonomi yang di dapat dari pariwisata, antaranya devisa untuk negara, peluang lapangan kerja, mendatangkan investor untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia
  • Pembangunan pariwisata berkelanjutan (Sustanaible Tourism Development).
  • Perencanaan dan pembangunan pelaksanaan pembangunan kepariwisataan Indonesia hendaknya dilakukan secara terpadu antara berbagai kompenen yang menentukan serta menunjang keberhasilannya, antaranya akomodasi, objek dan daya tarik wisata, transportasi, serta melibatkan koperasi, swasta, dan masyarakat.

Jadi, nilai keseluruhan dalam visi pertama ialah bagaimana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat jalan keluar dalam permasalahan yang dihadapi kepariwisataan Indonesia dengan meningkatkan efek ganda ekonomi, seperti mendatangkan investor dan wisatawan datang ke Indonesia serta membangun komponen yang meningkatkan mutu pariwisata di Indonesia.

2. Paradigma pembangunan pariwisata yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat luar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan bangsa Indonesia.

Nilai yang terkandung dalam visi kedua dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kita bagi menjadi dua bagian, yaitu :

  • Paradigma pembangunan pariwisata
  • Paradigma yang terkandung disini ialah kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subjektif seseorang, mengenai realita , dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita tersebut. Disini berarti bagaimana pemerintah, swasta, dan masyarakat berusaha saling membantu dalam membentuk pola yang baik dalam pembangunan pariwisata di Indonesia.
  • Berorientasi kepada kepentingan masyarakat luar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan bangsa Indonesia.
  • Berorientasi disini merupakan mengoptimalkan pembangunan baik struktural maupun nilai yang terkandung di dalamnya tentunya guna kepentingan masyarakat banyak, serta memberikan kesempatan berkembang dan memperbaiki perekonomian serta pengetahuan masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

Jadi, nilai keseluruhan dalam visi kedua ialah membentuk pola pikir dan membentuk citra seseorang terhadap pariwisata Indonesia dimana pembangunan ini baik struktural maupun nilai yang ada, tentunya akan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat dalam berkembang dan memperbaiki kehidupannya.

3. Meningkatkan peran dan merealisasikan potensi pariwisata yang dimiliki agar tercapai :

  1. Peningkatan jumlah kunjungan wisman (Foreign Tourist)
  2.  Perolehan pengeluaran wisman (Foreign Tourist Expenditure)
  3.   Kenaikan rata-rata lama tinggal (Average Length of Stay Wisman)

Nilai yang terkandung dalam visi ketiga atau terakhir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu :

  • Meningkatkan peran dan merealisasikan potensi pariwisata yang dimiliki agar tercapai peningkatan jumlah kunjungan wisman (Foreign Tourist)
  • Nilai yang terkandung dalam visi ini ialah bagaimana cara serta peran serta dalam mengimplementasikan potensi wisata yang ada di Indonesia guna mendatangkan wisatawan khususnya wisatawan asing.
  • Meningkatkan peran dan merealisasikan potensi pariwisata yang dimiliki agar tercapai perolehan pengeluaran wisman (Foreign Tourist Expenditure)
  • Nilai yang terkandung ialah bagimana negara ini mendapatkan defisa yang banyak dari wisatawan yang datang serta belanja ataupun melakukan transaksi perekonomian di Indonesia.
  • Meningkatkan peran dan merealisasikan potensi pariwisata yang dimiliki agar tercapai kenaikan rata-rata lama tinggal (Average Length of Stay Wisman)
  • Nilai yang terkandung ialah dengan semakin lama wisatawan asing di Indonesia, tentu saja pertukaran uangnya lebih banyak. Dengan begitu akan mendatangkan keuntungan bagi industri pariwisata di Indonesia.

Jadi, nilai keseluruhan dalam visi ketiga ialah terdapat tiga poin yang mendasar guna meningkatkan kepariwisataan di Indonesia. Dengan mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia dan membuat mereka nyaman untuk lama menetap di Indonesia. Maka, akan semakan meningkatnya perekonomian Indonesia.

Sedangkan misi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, antara lain :[4]

1. Melakukan pelestarian dan pengembangan kebudayaan yang berlandaskan nilai luhur.

Intinya ialah dengan memberikan inovasi-inovasi yang kreatif guna mengembangkan kebudayaan yang ada di Indonesia, tentunya tidak lepas dari adat dan norma yang berlaku di dalam kebudayaan yang akan dikembangkan nantinya.

2. Mendukung pengembangan destinasi dan pemasaran pariwisata yang berdaya saing global.

Nilai yang terkandung ialah selalu ikut berpartisipasi dalam memajukan pariwisata Indonesia, dengan begitu pariwisata kita dapat dikenal oleh seluruh dunia.

3. Melakukan pengembangan sumber daya kebudayaan dan pariwisata

Bagaimana menjaga sumber budaya, disini budaya yang dimksud adalah warisan yang diberikan secara turun menurun dan nantinya dijadikan ciri dalam memajukan pariwisata Indonesia.

4. Menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Bersih disini ialah jujur, adil serta bersahaja. Sedangkan akuntabel ialah yang dapat mengerti dan memahami bagaimana kerja dalam mendukung pariwisata di Indonesia.

Demikianlah pandangan saya mengenai nilai yang terkandung di dalam visi dan misi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Saya berharap visi dan misi ini nantinya dapat dijalankan sebaiknya oleh aparatur negara, guna mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan organisasi.


[2] http://www.budpar.go.id/budpar/asp/ringkasan.asp?c=7, diakses tanggal 13 September 2012.

[3] Direktorat Jenderal Pariwisata, Pariwisata Indonesia Sekilas Perkembangan, Jakarta : Direktorat Jenderal Pariwisata, 1996

[4] Direktorat Jenderal Pariwisata, Pariwisata Indonesia Sekilas Perkembangan, Jakarta : Direktorat Jenderal Pariwisata, 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s