Pengembangan Pertumbuhan Kawasan Argopolitan di Pedesaan

Indonesia merupakan negara agraris, dimana sebuah negara yang memiliki berbagai kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan masyarakat Indoneisa. Namun sangat disayangkan seiring berjalanannya waktu masyarakat Indonesia yang awalnya masih banyak yang bekerja sebagai petani mulai tergeser dengan perubahan jaman tersebut. Mayoritas para petani hidup di pedesaan, dimana bertempat tinggal dekat dengan lahan yang mereka garap setiap harinya. Awalnya, mereka membangun bangunan tersebut untuk sementara saja, lambat laun mereka benar-benar menetap dibangunan tersebut. Dimana kita ketahui, lahan yang mereka miliki jaraknya berjauhan, sehingga kurang terpantaunya oleh pemerintah maka hal yang terjadi ialah infrastruktur dan pembangunan di pedesaan kurang berkembang, tingkat kemiskinan bertambah dan populasi penduduk pedesaan juga bertambah, tetapi tidak diiringi dengan perbaikan kehidupan pedesaan.

Berbeda dengan perkotaan, pada awalnya perkotaan lebih stabil dari segala aspek dibandingkan dengan pedesaan, tingkat kemiskinan rendah dan tingkat pendapatannya juga tinggi. Dengan perbedaan yang cukup signifikan ini membuat kesenjangan sosial antara pedesaan dan perkotaan. Sehingga, pemuncakan terjadi disaat banyak migrasi yang dilakukan masyarakat desa untuk mencoba mencari peruntungan yang lebih baik di kota. Tujuan utama perpindahan tersebut karena, mereka ingin mencari kehidupan yang lebih baik dibandingkan selama mereka tinggal di pedesaan. Namun, perpindahan ini tidak diiringi dengan pemberian pelatihan dan terencana. Sehingga, yang terjadi setiap tahunnya masalah muncul di perkotaan, masyarakat miskin tinggal di perkotaan terus bertambah, berbeda dengan yang terjadi di pedesaan, di desa masyarakat miskin menurun setiap tahunnya.

Dengan munculnya permasalahan diatas, pemerintah mulai menyusun dan merencakan program jangka panjang dimana nantinya memprioritaskan dua pilar utamanya, yaitu kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Dapat kita ketahui Indonesia saat ini berusaha meningkatkan mutu kesehatan secara Nasional, yang dikhususkan dengan peningkatan kualitas hidup anak dan perempuan. Minimnya pemberitahuan dan sosialisasi terhadap kesehatan ibu dan anak, membuat angka kematian ibu dan anak ini terus bertambah setiap tahunnya, khususnya di pedesaan. Tidak hanya itu, peningkatan juga dilakukan dalam sumber daya air bersih dan sanitasi. Kurangnya pemhaman akan kebersihan dan fasilitas yang ada dalam pembuangan, membuat pemerintah perlu concern akan hal ini. Begitu juga dengan pilar kedua, pendidikan. Pendidikan merupakan hal terpenting yang diperhatikan pemerintah. Kita mengetahui dengan banyaknya masyarakat miskin yang berada di kota ini terjadi karena kurangnya pendidikan serta keahlian yang dimiliki oleh masyarakat desa. Faktor ini yang menimbulkan masalah di perkotaan. Bukan hanya itu, dengan seiring perubahan kebijakan pemerintah tentang pendidikan juga mempengaruhi masalah ini, ketidakmampuan masyarakat untuk bersekolah dan perubahan kurikulum yang terjadi membuat banyaknya siswa yang dikeluarkan dari sekolahnya. Dua pilar ini merupakan pilar penting yang harus dijalankan pemerintah demi mengurangi permasalahan-permasalahan polemik yang terjadi di pedesaan maupun perkotaan saat ini.

Kita sadar bahwa perubahan ini terjadi karena pengembangan industri yang mulai menyebar sehingga akan menarik keinginan masyarakat desa yang notabennya hidup dalam kemiskinan yang memiliki keinginan untuk merubah penghidupan ekonominya tersebut. Sehingga, berbondong-bondong masyarakat desa mulai pindah ke kota dan yang terjadi hanya sedikit masyarakat yang memiliki angka produktif tinggal di pedesaan. Terpusatnya segala aktifitas di perkotaan, termasuk pekerjaan, membuat masyarakat pedesaan tertinggal. Tidak hanya itu, ternyata lebih buruknya sekarang ini banyak lahan pedesaan yang dimiliki masyarakat kota. Sehingga, masyarakat desa hanya menjadi pengelola saja bukan lagi pemilik dari lahan-lahan tersebut. Tentu ini menjadikan permasalahan kemisikinan bagi masyarakat desa minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di desa, menjadikan ancaman bagi pertumbuhan pedesaan sendiri. Seperti kasus diatas, akan terjadinya ekspolitasi Sumber Daya Alam (SDA) yang berada di pedesaan oleh masyarakat kota. Bagaimana masyarakat pedesaan dapat memperbaiki perekonomian dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa tersebut, bila masih terjadi “pengambilan” dan “penguasaan” dari masyarakat kota. Sebaiknya, pemerintah mulai menjalankan dua pilar yang menjadi pembangunan Indonesia, khususnya pembangunan pedesaan.

Masalah kesenjangan ini nantinya tidak akan dapat terselesaikan bila pemerintah tidak menjembatani permasalahan kesenjangan yang terjadi. Keterkaitan desa-kota sebaiknya tidak lagi dipandang sebagai kemiskinan-kemakmuran, namun sebaiknya desa-kota dijadikan sebagai suatu wilayah dimana dapat saling melengkapi, dengan adanya interaksi ini tentunya akan membangun perekonomian desa-kota secara sinergis. Seperti contoh, masyarakat desa bertani atau berkebun, dimana realita yang ada masyarakat kota tidak melakukan itu, karena kurangnya lahan yang tersedia. Maka, masyarakat desa mendistribusikan hasil pertanian mereka ke kota dan nantinya masyarakat desa akan mendapatkan pendapatan dari sini. Dengan begitu, adanya saling melengkapi kebutuhan antara masyarakat desa-kota kedepannya tentu saja akan memberikan keuntungan untuk pengembangan wilayah di pedesaan dan memperbaiki pendapatan desa tersebut.

Seperti penjelasan diatas, pemerintah mencoba membangun kawasan agropolitan. Pemerintah baik pusat maupun daerah bekerja sama dalam pembangunan sarana serta prasarana fisik di kawasan agropolitan ini. Kawasan agropolitan merupakan kawasan yang siap dibangun pertumbuhan perekonomiannya yang berbasis pertanian, sehingga potensi yang dimiliki wilayah tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang nantinya dapat membangun desa tersebut. Pemerintah mengalokasikan dana untuk pengembangan kawasan argopolitan ini, diantaranya program pengembangan sarana dan prasarana, program pengembangan permodalan, program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), program pengembangan usaha tani, dan program pengembangan kelembagaan. Dimana tujuan program-program yang disebutkan diatas akan berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat dan perekonomian di desa tersebut. Tentunya dengan berjalannya program ini pendapatan masyarakat di desa akan mengalami peningkatan yang nantinya akan mempengaruhi perekonomian disana.

Dalam melakukan program tersebut, pemerintah juga menerapkan tata ruang yang nantinya akan dijadikan kawasan agropolitan ini. Pemerintah tidak asal memilih wilayah untuk dibangun, dalam menentukan wilayah mana saja yang dapat dijadikan pengembangan kawasan ini maka perlu adanya penelitian terlebih dahulu didalamnya. Penataan ruang kawasan ini hendaklah melihat bahwa kawasan ini memiliki letak dan dapat terjangkau dengan kawasan perkotaan, memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dikembangkan, dan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dikembangkan dan dilatih dengan baik. Sehingga, dalam pelaksanaan kawasan ini harus dilakukan secara terencana sebagai satu kesatuan pemanfaatan ruang tersebut. Dengan begitu, kawasan argopolitan yang dikembangkan ini dapat terleksana dengan baik dan mampu membuat perubahan kearah yang lebih baik.

Referensi :

Buku “ARGOPOLITAN STRATEGI PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN PADA KAWASAN PERDESAAN”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s